UNS Web Review

Mahasiswa Teknik Sipil UNS Sulap Tulang Sapi dan Marmer Jadi Beton


I8219005 DIMAS AFIF PRASDIANTO Penulis Mahasiswa Program Studi D3 Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) 



A.      Latar Belakang
Beton merupakan bahan konstruksi komposit yang terdiri dari agregat, semen, dan air. Ada banyak formulasi, yang memberikan sifat bervariasi. Agregat umumnya kerikil kasar atau batuan hancur seperti batu gamping, atau granit, bersama dengan agregat halus seperti pasir. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air, berfungsi sebagai pengikat untuk agregat. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi. Mereka adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah, mahasiswa D3 Teknik SipilFakultas Teknik (FT).

B.      Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan dari artikel ilmiah ini adalah agar mahasiswa sekitar mengerti dan dapat megetahui inovasi beton yang akan dibahas dibawah ini dan sesuai yang dipaparkan oleh artikel di Universitas Sebelas Maret (UNS) Fakultas Teknik (FT) Program Studi D3 Teknik Sipil

C.      Pembahasan
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi. Mereka adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah, mahasiswa D3 Teknik SipilFakultas Teknik (FT).
Keempat mahasiswa yang tergabung dalam grup Semar Solid itu menciptakan sebuah beton jenis Self Compacting Concrete (SCC). SCC merupakan beton mutu tinggi yang dapat memadat sendiri.
“Kami buat SCC (Self Compacting Concrete) yang ramah lingkungan dan kantong. Metode SCC itu bikin beton yang bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi atau upaya lain untuk memadatkan beton,” jelas Panji saat dihubungi pada Kamis (4/10/2018).
Dalam metode ini, lanjut Panji, limbah marmer dan tulang sapi diolah sedemikian rupa sebagai bahan campuran dalam beton.
“Banyak limbah yang terbuang dari dua bahan tersebut, sehingga kami memanfaatkannya. Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya,” terang Panji.
Yesika menambahkan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) yang besar. CaO sendiri merupakan komposisi terbesar dalam semen.
Begitu juga dengan marmer yang memiliki unsur kimia utama yaitu Silikon Dioksida/Silikat (SiO2), Kalsium Oksida (CaO) dan magnesium Oksida (MgO). Kandungan kimia itu sebagian terdapat dalam semen. Selain unsur kimia, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi.
“Saat diuji, beton kami kuat tekannya mencapai 20 (Mega Pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari,” kata Panji.
Menurut Yesika, inovasi beton mereka bisa diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Sebab, proses pengerasan beton mereka tidak memerlukan waktu lama. “Untuk beton biasa sekitar 3 hari baru dapat 40 persen kuat tekan. Punya kami cukup sehari saja,” ungkap Yesika.
Di samping itu, penggunaan kedua bahan ini dinilai lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya sekitar 7,78 persen dari pembuatan beton dengan menggunakan material biasa.
Hasil karya tim Semar Solid itu sudah melalui serangkaian uji coba dan dilombakan dalam kompetisi inovasi beton internasional (International Concrete Competition) 2018 yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Mereka berhasil meraih penghargaan sebagai juara kedua dalam ajang tersebut. Penyerahan penghargaan telah dilakukan pada Sabtu (29/09/2018) kemarin. Humas UNS

D.     Kesimpulan
Kesimpulan dari artikel ini adalah bisa dilihat seberapa pentingnya bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) di jurusan D3 Teknik Sipil.  Dengan mengkaji artikel seperti ini, semakin banyak artikel bacaan yang mereka baca akan menambah pengetahuan dan wawasan mereka agar semakin luas, semakin banyak dan luas pengetahuan kita makan akan semakin banyak ide kreatif yang bisa diwujudkan dan memberikan pelatihan kepada masyarkat setempat sama seperti yang dilakukan oleh tim semar solid D3 Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Fakultas Teknik (FT) Program Studi D3 Teknik Sipil UNS ini.

Komentar